Latar Belakang

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan panjang garis pantai sepanjang 81.000 km memiliki potensi kekayaan sumber daya kelautan dan perikanan yang besar. Kekayaan sumberdaya alam kelautan dan perikanan tersebut telah memberikan kontribusi terhadap kehidupan penduduk Indonesia diantaranya sebagai sumber pangan, neutraceutical, kosmetik dan bioenergi. Bahan-bahan tersebut dapat dijadikan sebagai sumber devisa negara dan prime mover perekonomian bangsa melalui ekspor berbagai produk perikanan sumberdaya hayati (SDH) laut non ikan. Potensi tersebut selama ini belum dimanfaatkan secara ekonomis di Indonesia. Kekayaan SDH juga menjadikan Indonesia memiliki peluang mengembangkan industri berbasis bioteknologi seperti enzim dan bahan baku industri farmasi dan industri lainnya yang selama ini sebagian besar masih impor. Disebutkan bahwa potensi farmasi dan kosmetika dari SDH laut dapat mencapai 81 triliun rupiah (Kompas 23 Feb, 2012). Karena itu, perlu digali potensi SDH laut, yang dapat dijadikan sumber ekonomi terbarukan.

Indonesia dengan wilayah lautan meliputi 70%  tidak saja menyimpan kekayaan biodiversitas tetapi juga memiliki kekayaan bahan kimia aktif. Bahan kimia aktif tersebut  memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai pangan, obat-obatan, kosmetik dan lain sebagainya. Biota laut seperti spons, koral, rumput laut, hewan lunak merupakan sumber yang kaya akan senyawa bioaktif dengan aktivitas sebagai anti kanker, anti tumor, antidepresi, antiinflamatori, immunomodulator, antioksidan dan antibiotik.

Explorasi  dan pemanfaatan biodiversitas sumberdaya hayati laut (SDH)  untuk memperoleh bahan obat, makanan, kosmetik, agrokimia, bioenergi, biopigmen alami dan aplikasi industri lainnya disebut sebagai kegiatan bioprospeksi laut. Kegiatan ini dipandamg sebagai pintu gerbang pertama dalam kegiatan bioteknologi kelautan dengan kegiatan berupa isolasi, purifikasi dan determinasi senyawa bioaktif. Selanjutnya, untuk membawa temuan ini menjadi ketingkat yang lebih lanjut yaitu produksi dan komersialisasi, maka peran bioteknologi sangat penting untuk memperoleh teknologi pemanfaatan yang bersifat lestari dan tidak merusak ekosistem wilayah laut dimana SDH penghasil bahan akti laut tersebut hidup. Oleh sebab itu dipandang perlu untuk menyelenggarakan kegiatan seminar tentang bioteknologi kelautan dan perikanan yang termasuk didalamnya adalah kegiatan eksplorasi bahan alam, budidaya, pasca panen dan pengolahan, keamanan pangan dan lingkungan, biodiversitas dan SDH Laut, dan bioenergi dalam mendukung industrialisasi kelautan dan perikanan.

Peserta berasal dari perguruan tinggi negeri maupun swasta peneliti berbagai lembaga-lembaga penelitian maupun kalangan swasta. Peningkatan jumlah peserta dan makalah yang dipresentasikan pada setiap tahunnya menunjukkan bahwa pemangku kepentingan (stakeholder) di bidang perikanan dan kelautan memerlukan wahana untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan. Oleh karena itu, seminar ini diagendakan akan dilaksanakan pada setiap tahunnya pada bulan oOktober sampai November diaitkan dengan Dies Natalis UNDIP.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s